Monday, May 09, 2005

MECE

MECE adalah singkatan dari Mutually Exclusive, Collectively Exhaustive. MECE menekankan pada pembentukan kerangka pemikiran dengan kejelasan maksimum dan kelengkapan maksimum.
Ketika kita membuat hipotesis atas suatu kasus, kita akan merincinya dalam beberapa pokok persoalan. Jika pokok-pokok persoalan tersebut benar-benar berbeda dan terpisah, maka ia dikatakan Mutually Exclusive (saling terpisah). Tidak ada tumpang tindih. Setiap aspek dalam kasus tersebut hanya dapat dikategorikan pada salah satu pokok persoalan, tidak lebih.
Jika gabungan pokok-pokok persoalan yang dibuat mencakup keseluruhan persoalan dalam kasus tersebut, maka ia dikatakan Collectively Exhaustive (lengkap secara kolektif). Tidak ada yang luput. Setiap aspek dalam kasus tersebut dapat dikategorikan dengan mudah ke salah satu pokok persoalan.
Kejelasan dan kelengkapan maksimum ini dapat menjamin bahwa hipotesis yang dibuat akan memudahkan proses menuju solusi. Solusi yang nanti diperoleh pun harus memiliki kerangka yang berdasarkan MECE.
Contoh kasus:
Bagaimana meningkatkan keuntungan penjualan produk sebuah perusahaan roti?
Pokok persoalan:
1. menurunkan biaya produksi roti
2. memperbaiki metode pemasaran ke konsumen.
Misalkan kita sedang meninjau aspek peningkatan kualitas produksi. Kita harus memastikan bahwa aspek ini adalah bagian dari dari salah satu pokok persoalan yang sudah ada. Jika tidak, maka ia adalah pokok persoalan baru, yang benar-benar terpisah dari yang lain.
Dalam hal ini, aspek peningkatan kualitas produksi terkait langsung dan merupakan bagian dari pokok persoalan menurunkan biaya produksi roti. Maka kita tidak perlu membuat pokok persoalan baru untuk itu. Kalaupun ingin ditekankan sebagai sebuah aspek yang penting, kita cukup meletakkannya di bawah pokok persoalan yang sudah ada. Contoh:
1. menurunkan biaya produksi roti
1.2 meningkatkan kualitas produksi
2. memperbaiki metode pemasaran ke konsumen.
Sekarang kita sedang mempertimbangkan aspek perubahan strategi penjualan melalui toko-toko pengecer. Sepintas aspek ini mirip dengan pokok persoalan nomor 2 yaitu memperbaiki metode pemasaran ke konsumen. Namun sebenarnya itu dua hal yang berbeda, karena di satu sisi perusahaan tersebut menjual langsung produknya ke konsumen, sementara di sisi lain ia memanfaatkan perusahaan lain sebagai penjual. Maka aspek baru ini perlu ditempatkan sebagai pokok persoalan tersendiri. Contoh:
1. menurunkan biaya produksi roti
1.2 meningkatkan kualitas produksi
2. memperbaiki metode pemasaran ke konsumen
3. merubah strategi penjualan melalui toko-toko pengecer.
Tentu saja jika di saat kemudian ditemukan tumpang tindih antara pokok-pokok persoalan tersebut, maka daftar itu dapat direorganisasi kembali untuk mempertahankan MECE.
Jadi MECE juga membutuhkan recheck dan reorganisasi berkelanjutan.
=====0=====
(

0 Comments:

Post a Comment

<< Home